Home » Uncategorized » Bantuan Belum Merata, Warga Tanjung Pura Bertahan 72 Jam dalam Situasi Minim Bahan Pangan (LiputanJatanras.com)

Bantuan Belum Merata, Warga Tanjung Pura Bertahan 72 Jam dalam Situasi Minim Bahan Pangan (LiputanJatanras.com)

Satria Budiman 02 Des 2025 119

LANGKAT ~ LiputanJatanras.com
Lebih dari 72 jam setelah banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), warga masih bertahan dengan perbekalan minim. Meskipun air mulai surut, distribusi bantuan belum menjangkau seluruh desa sehingga memunculkan kritik terhadap lambannya respons Pemerintah Kabupaten Langkat, Minggu (30/11/2025).

Pantauan awak media LiputanJatanras.com menunjukkan ruas jalan utama di kawasan Pantai Cermin dan desa-desa sekitar sudah dapat dilalui kendaraan, termasuk truk logistik. Truk bantuan juga terlihat melintas tanpa hambatan. Namun hingga hari ini, sebagian besar desa belum menerima kiriman logistik maupun dukungan operasional dari Pemkab Langkat.

Butuh Pasokan Pangan
Warga Desa Pantai Cermin, Ros, mengaku, masyarakat kini memasuki fase paling krusial setelah banjir surut, ketika kebutuhan air bersih, bahan makanan, dan layanan kesehatan justru meningkat.

“Air memang sudah mulai surut, tapi bantuan belum masuk. Padahal jalan sudah bisa dilewati truk. Kami mohon pemerintah daerah jangan hanya melihat kondisi sudah aman, karena warga masih kesulitan,” ujar Ros.

Anak-anak, lansia, dan kelompok rentan menjadi pihak yang paling terpukul. Minimnya akses air bersih dan belum tibanya bantuan kesehatan meningkatkan risiko penyakit pasca-banjir seperti diare, infeksi kulit, dan demam..

Kinerja Pemkab Langkat Disorot
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai koordinasi di internal Pemkab Langkat, mulai dari BPBD, dinas sosial, hingga perangkat kecamatan. Keterlambatan distribusi pada fase pemulihan awal dinilai berpotensi memperburuk kondisi sosial dan ekonomi warga.

Pengamat kebencanaan Langkat, Zaid Nur, menilai rendahnya kesiapsiagaan menjadi penyebab utama lambannya distribusi.

“Ketika akses mulai terbuka dan logistik belum juga bergerak, itu menunjukkan adanya gap antara instruksi dan eksekusi. Penanganan bencana tidak boleh bersifat administratif semata, tetapi harus responsif dan adaptif,” katanya.

Zaid Nur juga menyoroti perlunya transparansi. Pemkab Langkat wajib mengeluarkan laporan berkala agar publik tahu ke mana logistik disalurkan dan apa kendalanya.

“Tanpa itu, kepercayaan masyarakat akan terus menurun,” ungkapnya.

Warga Kecewa, Kinerja Pemkab Langkat Lamban
Tokoh masyarakat Tanjung Pura, Razali, juga menyampaikan kekecewaannya. Jalan sudah bisa dilalui, tapi bantuan belum masuk.

“Pemkab Langkat harus memastikan logistik bergerak ke seluruh desa tanpa pengecualian. Warga sudah terlalu lama menunggu,” tegasnya.

Relawan lokal, Abdi Fadillah, meminta BPBD segera turun langsung menyisir desa terdampak. “Jangan hanya menunggu laporan. Ada desa yang belum tersentuh bantuan, padahal kondisi warga semakin kritis,” katanya.

Aktivis sosial Adi Nugraha juga mendorong pengaktifan posko terpadu. Posko harus kembali digerakkan dengan fokus pada penanganan pasca-banjir.

“Jangan sampai warga merasa terbiarkan setelah air surut. Pemulihan awal justru lebih penting,” ujarnya.

Perangkat Desa Pantai Cermin, Indah Sari Dalimunthe, menyatakan kesiapan desa dalam mendukung distribusi.

“Kami siap menjadi mitra distribusi bersama relawan dan organisasi masyarakat. Tapi tanpa arahan, desa hanya bisa bertahan dengan swadaya,” katanya.

Butuh kehadiran Nyata Pemkab Langkat
Surutnya air menjadi awal dari proses pemulihan yang panjang. Warga Tanjung Pura kini menunggu kehadiran nyata Pemkab Langkat sebagai pelindung di masa krisis. Ketika akses sudah pulih namun bantuan tak kunjung datang, masyarakat menuntut perbaikan tindakan dan kebijakan.

Banjir ini bukan sekadar musibah alam, tetapi ujian bagi kapasitas Pemkab Langkat dalam merespons kebutuhan warganya secara cepat, tepat, dan penuh empati

( Ags Kabiro Langkat )

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Mutasi Besar-besaran di Polrestabes Medan, 17 Perwira Digeser untuk penyegaran, Berikut Daftarnya (LiputanJatanras.com)

Satria Budiman

28 Feb 2026

Medan – LiputanJatanras.comKapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, melakukan perombakan besar-besaran di jajaran perwira lingkungan kerjanya. Mutasi dan promosi jabatan tersebut tertuang dalam surat telegram (TR) bernomor: ST/ 13/ II/ KEP/ 2026 yang dikeluarkan pada Selasa (17/2/2026) malam. Sebanyak 17 perwira mendapat penugasan baru, baik sebagai promosi maupun rotasi. Berikut daftar lengkap perwira …

Safari Ramadhan 1447 H/2026 M di Batang Kuis, Hendra Wijaya : “Hubungan Harmonis Pemerintah dan Masyarakat Terus Terjaga dan Nilai-Nilai Religius Sebagai Fondasi Pembangunan Daerah Semakin Kuat” (LiputanJatanras.com)

Satria Budiman

26 Feb 2026

Deli Serdang | LiputanJatanras.com Melalui Safari Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang berharap hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga, dan nilai-nilai religius sebagai fondasi pembangunan daerah semakin kuat. Harapan ini disampaikan Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Deli Serdang, Drs. Hendra Wijaya saat memimpin Tim III Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang 1447 …

Atlit Renang asal Batang Kuis Lulus Calon Bintara PK TNI AD 2026,Muslim Susanto: Selamat! Siapkan Fisikdan Mental Baja Jangan ada kata Manja (LiputanJatanras.com)

Satria Budiman

26 Feb 2026

Batang Kuis – LiputanJatnras.com Dari Juara Renang PORKAB 2025, Rizky Irfansyah, atlit berprestasi asal Jalan Pancasila Dusun IV, Desa Batang Kuis Pekan, kini dinyatakan lulus sebagai Calon Bintara PK TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun 2026 pada Minggu 22 Februari 2026 lalu. Prestasi ini membuktikan bahwa disiplin, mental tangguh, dan semangat juang yang ia bangun …

Pengkhianatan Rp3,7 Miliar! Dana BOS SMKN 1 Percut Sei Tuan Diduga Diselewengkan, Kepala Sekolah Menghilang dari Publik (LiputanJatanras.com)

Satria Budiman

26 Feb 2026

Deli Serdang – LiputanJatanras.com Dana BOS Rp3,7 miliar yang seharusnya menjadi nafas pendidikan anak bangsa, kini diduga digunakan sebagai ladang keuntungan pribadi. SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan, sekolah unggulan di Kabupaten Deli Serdang, disorot tajam karena kepala sekolahnya, Daulat Siregar, diduga menutup rapat pengelolaan anggaran. Tahun 2025, sekolah menerima Rp3.729.240.000. Tahap pertama Rp1.864.620.000 pada …

Ketua MPC PP Kabupaten Deli-Serdang, Junaidi SH (Jhonkey), Apresiasi Kinerja 100 Hari Kapolrestabes Medan. (LiputanJatanras.com)

Satria Budiman

24 Feb 2026

LiputanJatanras.com- Deli Serdang Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Deli-Serdang, Junaidi SH atau di panggil akrab Jhonkey, Apresiasi Kinerja 100 Hari Kapolresta Medan, Kombes Pol.Dr.Jean Calvin Simanjuntak SIK.MH, ujar Jhonkey kepada Wartawan, Senin, 23 Februari 2026. Sambung Jhonkey, dalam tempo 100 hari Kombes Pol.Calvin Simanjuntak, mengkomandoi Polrestabes Medan, telah menunjukkan perubahan yang …

Humas LBH-wartawan .deliserdang…lagi dan lagi korupsi menghantui republik Indonesia.gak main main diduga kepala sekola SMA negri 2 Percut seituan melakukan korupsi dana operasional sekola (BOS). (LiputanJatanras.com)

Satria Budiman

20 Feb 2026

Sumatera Utara – LiputanJatanras.comKorupsi Dana BOS adalah pengkhianatan terhadap masa depan anak bangsa. Uang negara yang seharusnya memperkuat pendidikan justru diduga dijadikan sumber keuntungan pribadi. Sorotan mengarah ke SMA Negeri 2 Percut seituan atas dugaan penyimpangan Dana BOS tahun 2025 dengan nilai pengajuan sekitar Rp1,3 miliar per tahun kurang lebih. Anggaran itu tercatat untuk pengembangan …

x
x