Home » Uncategorized » 20 November Nanti, Deli Serdang Ikuti Penilaian Piala Adipura (LiputanJatanras.com)

20 November Nanti, Deli Serdang Ikuti Penilaian Piala Adipura (LiputanJatanras.com)

Satria Budiman 18 Nov 2025 101

LUBUK PAKAM – LiputanJatanras.com

Pada 20 November 2025 nanti, Tim Penila Adipura akan datang ke Deli Serdang untuk melakukan penilaian. Diharapkan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak terkait lainnya untuk mempersiapkan segala aspek penilaian dengan baik.

Permintaan ini disampaikan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas OPD yang dihadiri pula oleh Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS di Ruang Rapat, Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Senin (17/11/2025).

“Saya tegaskan, kita tidak datang sebagai pihak yang meminta penghargaan. Kita tunjukkan, kita bekerja sesuai standar operaional prosedur (SOP) dan fakta di lapangan,” tegas Bupati.

Bupati menekankan, bila ada temuan, seperti pembakaran sampah di tempat pembuangan sampah (TPS), harus segera benahi, bukan disembunyikan.

“Kita harus lebih keras bekerja, tidak perlu mencari pujian, cukup hasil kerja yang bicara,” pungkas Bupati di rapat yang diikuti pula oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Deli Serdang, Dedi Maswardy SSos MAP bersama para staf ahli dan asisten tersebut.

Untuk itu, Bupati minta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memetakan titik-titik kunjungan, seperti pasar, rumah sakit, taman kota, dan lainnya, agar siap saat Tim Penilai Adipura melakukan verifikasi.

Di kesampatan itu, Bupati juga menekankan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang sudah memiliki dashboard sistem Elektronik Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) yang memuat capaian empat misi utama pembangunan daerah, Sehat Pelayanan Publiknya, Sehat Masyarakatnya, Sehat Ekonominya dan Sehat Lingkungannya.

Bupati menginstruksikan, pimpinan OPD untuk mulai mengisi data capaian di dalam sistem tersebut.

“Sebagai contoh, untuk misi 1, pada tahun 2024, targetnya 80 dengan capaian 100. Sedangkan di tahun 2025, targetnya 100, namun capaian baru 16. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” terang Bupati.

Oleh karena itu, setiap Kepala OPD dan kecamatan harus memiliki operator khusus yang bertanggung jawab atas pengisian data. Di bawah koordinasi sekretaris OPD selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

“Jangan berikan akses admin secara bebas. Tanggung jawab ini melekat penuh pada pimpinan perangkat daerah,” cetus Bupati.

Data yang diisi di sistem tersebut nantinya akan menampilkan dashboard capaian program, termasuk Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Provinsi Sumatera Utara maupun program unggulan Deli Serdang.

Setiap rapat koordinasi, dashboard tersebut akan ditampilkan sebagai rapor kinerja perangkat daerah, dan ke depan akan terintegrasi dengan aplikasi Deli Serdang Sehat serta videotron di depan kantor bupati sebagai bentuk transparansi publik.

Masih di rapat tersebut, Bupati sempat menyinggung perihal kunjungan Tim Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Deli Serdang, beberapa waktu lalu.

“Saya minta semua fokus pada peningkatan nilai Monitoring Center for Prevention (MCP). Tidak ada pilihan lain selain naik, sebelum 30 November, semua target harus tercapai,” pinta Bupati.

Mengenai serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Bupati juga meminta tidak ada pekerjaan yang menggantung. Harus segera dilakukan pemetaan atau mapping.

“Mana yang bisa selesai, mana yang berpotensi jadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa). Target saya, 30 November ini, kita sudah tahu berapa Silpa tahun ini,” tutur Bupati.

“Saya tegaskan pula, tidak ada luncuran (carry over) ke tahun depan. Kalau pekerjaan tidak selesai tahun ini, maka menjadi tanggung jawab OPD bersangkutan. Tahun 2026, kita ingin mulai dengan kondisi anggaran bersih dan disiplin,” kata Bupati menegaskan.

Dijelaskan juga, saat ini target pendapatan asli daerah (PAD) masih kurang sekitar 5 persen dari target PAD.

Potensi besar untuk mencapai target PAD, ada di sektor retribusi persetujuan bangunan gedung (PBG), pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak restoran, parkir, dan opsen kendaraan.

Selain itu, mulai saat ini semua kegiatan makan minum dikenakan pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) untuk objek pajak makanan dan/minuman dan tenaga listrik.

“Tidak ada lagi pajak penghasilan (PPN). Semua uang daerah harus kembali ke kas daerah. Bagi OPD dan desa yang masih menggunakan mekanisme lama, akan ada sanksi administratif. Saya minta Badan Pengelola Keuangan dan Aset daerah (BPKAD) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melakukan pengawasan ketat dan sinkronisasi dengan Inspektorat,” tutup Bupati.

( AS )

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Mutasi Besar-besaran di Polrestabes Medan, 17 Perwira Digeser untuk penyegaran, Berikut Daftarnya (LiputanJatanras.com)

Satria Budiman

28 Feb 2026

Medan – LiputanJatanras.comKapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, melakukan perombakan besar-besaran di jajaran perwira lingkungan kerjanya. Mutasi dan promosi jabatan tersebut tertuang dalam surat telegram (TR) bernomor: ST/ 13/ II/ KEP/ 2026 yang dikeluarkan pada Selasa (17/2/2026) malam. Sebanyak 17 perwira mendapat penugasan baru, baik sebagai promosi maupun rotasi. Berikut daftar lengkap perwira …

Safari Ramadhan 1447 H/2026 M di Batang Kuis, Hendra Wijaya : “Hubungan Harmonis Pemerintah dan Masyarakat Terus Terjaga dan Nilai-Nilai Religius Sebagai Fondasi Pembangunan Daerah Semakin Kuat” (LiputanJatanras.com)

Satria Budiman

26 Feb 2026

Deli Serdang | LiputanJatanras.com Melalui Safari Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang berharap hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga, dan nilai-nilai religius sebagai fondasi pembangunan daerah semakin kuat. Harapan ini disampaikan Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Deli Serdang, Drs. Hendra Wijaya saat memimpin Tim III Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang 1447 …

Atlit Renang asal Batang Kuis Lulus Calon Bintara PK TNI AD 2026,Muslim Susanto: Selamat! Siapkan Fisikdan Mental Baja Jangan ada kata Manja (LiputanJatanras.com)

Satria Budiman

26 Feb 2026

Batang Kuis – LiputanJatnras.com Dari Juara Renang PORKAB 2025, Rizky Irfansyah, atlit berprestasi asal Jalan Pancasila Dusun IV, Desa Batang Kuis Pekan, kini dinyatakan lulus sebagai Calon Bintara PK TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun 2026 pada Minggu 22 Februari 2026 lalu. Prestasi ini membuktikan bahwa disiplin, mental tangguh, dan semangat juang yang ia bangun …

Pengkhianatan Rp3,7 Miliar! Dana BOS SMKN 1 Percut Sei Tuan Diduga Diselewengkan, Kepala Sekolah Menghilang dari Publik (LiputanJatanras.com)

Satria Budiman

26 Feb 2026

Deli Serdang – LiputanJatanras.com Dana BOS Rp3,7 miliar yang seharusnya menjadi nafas pendidikan anak bangsa, kini diduga digunakan sebagai ladang keuntungan pribadi. SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan, sekolah unggulan di Kabupaten Deli Serdang, disorot tajam karena kepala sekolahnya, Daulat Siregar, diduga menutup rapat pengelolaan anggaran. Tahun 2025, sekolah menerima Rp3.729.240.000. Tahap pertama Rp1.864.620.000 pada …

Ketua MPC PP Kabupaten Deli-Serdang, Junaidi SH (Jhonkey), Apresiasi Kinerja 100 Hari Kapolrestabes Medan. (LiputanJatanras.com)

Satria Budiman

24 Feb 2026

LiputanJatanras.com- Deli Serdang Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Deli-Serdang, Junaidi SH atau di panggil akrab Jhonkey, Apresiasi Kinerja 100 Hari Kapolresta Medan, Kombes Pol.Dr.Jean Calvin Simanjuntak SIK.MH, ujar Jhonkey kepada Wartawan, Senin, 23 Februari 2026. Sambung Jhonkey, dalam tempo 100 hari Kombes Pol.Calvin Simanjuntak, mengkomandoi Polrestabes Medan, telah menunjukkan perubahan yang …

Humas LBH-wartawan .deliserdang…lagi dan lagi korupsi menghantui republik Indonesia.gak main main diduga kepala sekola SMA negri 2 Percut seituan melakukan korupsi dana operasional sekola (BOS). (LiputanJatanras.com)

Satria Budiman

20 Feb 2026

Sumatera Utara – LiputanJatanras.comKorupsi Dana BOS adalah pengkhianatan terhadap masa depan anak bangsa. Uang negara yang seharusnya memperkuat pendidikan justru diduga dijadikan sumber keuntungan pribadi. Sorotan mengarah ke SMA Negeri 2 Percut seituan atas dugaan penyimpangan Dana BOS tahun 2025 dengan nilai pengajuan sekitar Rp1,3 miliar per tahun kurang lebih. Anggaran itu tercatat untuk pengembangan …

x
x